VOXPOP https://voxpop.upnjatim.ac.id/index.php/voxpop <p>VoxPop Journal aims to provide publications for research with major themes of Comuunication Studies that are owned by researchers, lecturers, academics, practitioners, and others. VoxPop Journal was founded by the department of Communication Studies, FISIP of UPN “Veteran” Jawa Timur. This journal is published twice a year in February and September. The publication is provided in two versions: print and electronic. The Print version is sold at a certain price. For an electronic version (PDF) can be accessed in an open and free without a subscription. This open access is expected to improve readability and enhance the award-winning author citation. Although, the main language used in writing the article is Indonesian, there is possibility to publish the articles in English.</p> en-US voxpop@upnjatim.ac.id (Editor Voxpop 1) voxpop@upnjatim.ac.id (Editor Voxpop 1) Sun, 17 May 2026 03:17:19 +0000 OJS 3.2.1.4 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 DIGITAL SNACK BRANDING: STRATEGI MARKETING MIX NGEMILYUKK29 MELALUI TIKTOK https://voxpop.upnjatim.ac.id/index.php/voxpop/article/view/61 <p>Perkembangan media sosial telah mendorong perubahan pola komunikasi pemasaran digital, khususnya pada sektor usaha kuliner. TikTok tidak lagi digunakan hanya sebagai media hiburan tetapi juga sebagai media promosi. Kehadiran Tiktok kini menjadi salah satu platform yang dianggap efektif digunakan bagi para pelaku usaha dalam membangun <em>brand awareness </em>melalui berbagai penyajian konten yang menarik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi <em>marketing mix </em>yang diterapkan oleh brand kuliner Ngemilyukk29 melalui TikTok dalam meningkatkan <em>brand awareness </em>konsumen. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teori Marketing Mix 4P yang meliputi <em>product, price, place</em>, dan <em>promotion</em>. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi virtual, dokumentasi, dan analisis isi konten terhadap akun TikTok @ownerngemilyukk29. Analisis isi digunakan untuk mengidentifikasi bentuk komunikasi pemasaran, pola promosi, penggunaan fitur TikTok, serta representasi <em>brand awareness </em>pada konten yang diunggah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi <em>marketing mix </em>yang dilakukan Ngemilyukk29 melalui TikTok mampu meningkatkan <em>brand awareness </em>melalui pemanfaatan fitur <em>live streaming</em>, <em>TikTok Shop, affiliate marketing</em>, dan konten interaktif. Penelitian ini menunjukkan bahwa TikTok tidak hanya berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga sebagai media komunikasi pemasaran digital yang mampu membangun hubungan emosional dengan konsumen dan meningkatkan brand awareness.</p> Aisyah Nur Ramadhani, Tazkiyah Azizah, Nimas Safira Widhiasti Wibowo Copyright (c) 2026 VOXPOP https://voxpop.upnjatim.ac.id/index.php/voxpop/article/view/61 Sun, 17 May 2026 00:00:00 +0000 KONSTRUKSI REALITAS MEDIA DALAM TAYANGAN KEHIDUPAN PONDOK PESANTREN: ANALISIS FRAMING ROBERT M. ENTMAN TERHADAP PROGRAM "XPOSE UNCENSORED" TRANS 7 https://voxpop.upnjatim.ac.id/index.php/voxpop/article/view/67 <p>Tayangan "<em>Xpose Uncensored</em>" yang merupakan salah satu program saluran Trans 7 menjadi polemik di masyarakat dan kemudian memicu kontroversi luas karena dianggap mendistorsi realitas kehidupan di pondok pesantren. Sebagai institusi pendidikan Islam yang telah mengakar selama berabad-abad di Indonesia, pesantren dihadapkan pada tantangan serius berupa penggiringan opini publik ke arah persepsi negatif melalui mekanisme media massa yang kurang etis dan tidak representatif. Fenomena ini krusial untuk dikritisi karena melibatkan strategi media yang bias dan bukan hanya merugikan reputasi pesantren secara institusional, tetapi juga berpotensi memperlemah kepercayaan publik serta mengganggu kohesi sosial melalui polarisasi dan stereotip yang ditimbulkan. Melalui metode kualitatif, penelitian ini memberikan sudut pandang lain melalui pendekatan kritik argumentatif. Narasi yang dimunculkan dalam program tersebut berusaha dibedah menggunakan lensa teori-teori komunikasi massa yang relevan. Analisis Framing Robert N. Entman digunakan sebagai landasan teoritis untuk menganalisis bagaimana media menentukan prioritas perhatian publik, serta mengungkap manipulasi narasi melalui fungsi pendefinisian masalah dan penilaian moral. Analisa strategi media massa ini disandarkan pada empat fungsi utama identifikasi elemen yang saling berkaitan, yaitu mendefinisikan masalah (<em>define problems</em>), mengidentifikasi penyebab (<em>diagnose causes</em>), memberikan penilaian moral (<em>make moral judgments</em>), dan menawarkan penyelesaian (<em>suggest remedies</em>).</p> Masruroh Jazila Wafa, Wisnu Pudji Pawestri, Achmad Farouq Rifqi Copyright (c) 2026 VOXPOP https://voxpop.upnjatim.ac.id/index.php/voxpop/article/view/67 Mon, 18 May 2026 00:00:00 +0000 STRATEGI BRANDING LAFIYE DALAM MEMBANGUN BRAND AWARENESS MELALUI INSTAGRAM @lafiye https://voxpop.upnjatim.ac.id/index.php/voxpop/article/view/68 <p>Transformasi digital yang ditandai dengan meningkatnya penggunaan media sosial dan platform<em> e-commerce </em>di Indonesia telah mendorong perubahan signifikan dalam strategi pemasaran dan pengembangan bisnis, khususnya pada industri <em>fashion</em> lokal. Perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi masyarakat untuk membangun dan mengembangkan usaha secara lebih mudah, efektif, dan kompetitif. Fenomena ini ditunjukkan dengan munculnya berbagai <em>brand</em> lokal yang mampu bersaing dengan <em>brand</em> besar di Indonesia melalui optimalisasi media digital. Salah satu <em>brand</em> lokal yang berkembang melalui media sosial adalah Lafiye, sebuah brand <em>fashion</em> <em>online</em> milik <em>content</em> <em>creator</em> Fira Assegaf atau yang dikenal sebagai Sashfir, yang berdiri sejak tahun 2017. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi <em>branding</em> Lafiye melalui Instagram menggunakan teori strategi <em>branding</em> Van Gelder (2005), sebagaimana dikembangkan dalam penelitian Ramayanti dan Rizka (2020). Teori tersebut mencakup tiga elemen utama, yaitu <em>brand</em> <em>positioning</em>, <em>brand identity</em>, dan <em>brand</em> <em>personality</em>. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami implementasi strategi <em>branding</em> yang dilakukan oleh Lafiye dalam membangun <em>brand</em> <em>awareness</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi <em>branding</em> Lafiye melalui Instagram efektif dalam meningkatkan kesadaran merek serta memperkuat hubungan dengan konsumen. Target audiens Lafiye difokuskan pada konsumen yang menghargai kesederhanaan, kepraktisan, dan keanggunan dalam <em>fashion</em>. Konsistensi penggunaan elemen visual, pesan komunikasi, dan karakter <em>brand</em> pada konten Instagram mampu membentuk citra merek yang kuat dan relevan dengan kebutuhan audiens. Secara keseluruhan, penerapan strategi <em>branding</em> berbasis teori Van Gelder memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan <em>brand</em> Lafiye, baik dalam memperluas jangkauan pasar digital maupun memperkuat daya saing di industri <em>fashion</em> lokal yang berkelanjutan dan memberdayakan.</p> Firda Hari Aulia, Zahrotul Munawwaroh, Dhelittya Finaliyani Putri Copyright (c) 2026 VOXPOP https://voxpop.upnjatim.ac.id/index.php/voxpop/article/view/68 Mon, 18 May 2026 00:00:00 +0000