ANALISIS RESEPSI GENERASI Z TERHADAP INDIKASI SATANISME PADA PENAMPILAN “UNHOLY” GRAMMY AWARDS 2023
Keywords:
Satanisme, Sam Smith, Generasi Z, Grammy AwardsAbstract
Satanisme dianggap sebagai kepercayaan yang menyimpang terhadap ajaran agama yang telah ada. Sebagian orang mengetahui bahwasanya satanisme adalah kepercayaan yang melakukan pemujaan kepada setan. Tidak hanya itu, komunitastersebut juga melakukan pengubahan isi terhadap kitab untuk melakukan penghujatan kepada nabi-nabi dan Tuhan. Pada masa kini, penyebaran keyakinan satanisme secara modern dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu melalui penampilan pada acara bergengsi di Amerika Serikat, Grammy Awards. Penampilan Sam Smith dan Kim Petras ketika membawakan single kolaborasi mereka “Unholy” pada Grammy Awards 2023 menuai kontroversi karena dianggap membawa ajaran satanisme, dibuktikan dengan penampilan mereka dengan warna serba merah, atribut yang melambangkan satanisme, dan koreo yang dianggap sebuah ritual untuk pemujaan setan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teori resepsi Stuart Hall yang membahas mengenai bagaimana khalayak dalam memaknasebuah pesan yang disampaikan oleh komunikator. Sasaran penelitian ini adalah generasi Z (usia 18-25 tahun) yang telah menonton penampilan Sam Smith dan Kim Petras “Unholy” di Grammy Awards 2023. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara serta studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 6 informan berada pada posisi dominan karena penampilan Sam Smith hanyalah bentuk dari seni dan kreativitas sehingga layak ditayangkan. 4 informan berada pada posisi negosiasi karena Grammy Awards berlokasi di Amerika Serikat yang mengizinkan hal kontroversial pada penampilan Sam Smith untuk ditayangkan. Posisi terakhir yakni oposisi dengan 4 informan yang tidak menyetujui penampilan Sam Smith ditayangkan karena mengangkat tema yang tidak sesuai dengan negara lain sekaligus bertentangan dengan ajaran agama yang dianut.