FENOMENA PERILAKU OVERSHARING SEBAGAI AJANG KEBUTUHAN DUKUNGAN PUBLIK DAN VALIDASI MELALUI MEDIA SOSIAL TIK TOK
Keywords:
Oversharing, TikTok, Dukungan Publik, ValidasiAbstract
Kemajuan teknologi dan kemudahan mengakses internet yang dimanfaatkan dalam penggunaan media sosial di Indonesia memunculkan berbagai fenomena baru. Salah satu fenomena yang dilakukan oleh pengguna media sosial di Indonesia dan cukup ramai baru- baru ini adalah fenomena oversharing. TikTok merupakan salah satu media sosial yang didalamnya terdapat banyak konten sebagai bentuk fenomena oversharing. Dalam suatu
konten atau postingan dalam media sosial tersebut, tentu memunculkan
dampak atau feedback, diantaranya adalah dukungan publik dan kebutuhan
validasi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ciri-ciri konten
oversharing, rata-rata bentuk oversharing yang disampaikan dalam konten,
serta dukungan publik atau validasi yang diberikan oleh pengguna lain
terhadap pembuat konten. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Fokus utama dari penelitian
ini adalah teks, gambar, hingga video di aplikasi TikTok dengan klasifikasi
informasi berupa konten tentang oversharing yang digunakan sebagai ajang
untuk mendapatkan dukungan dan validasi publik. Hasil yang ditemukan
adalah konten yang menceritakan ranah pribadi, bukti screenshot chat pribadi,
serta caption atau teks panjang pelengkap gambar yang mengandung
kebutuhan pembenaran atau validasi dengan penyampaian informasi yang
berlebihan memicu para pengguna TikTok yang berperan sebagai penonton
untuk memberikan dukungan publik dan validasi. Dukungan publik dan
validasi yang didapat oleh pemilik konten dari para pengguna atau penonton
TikTok yaitu berupa kalimat yang diketik di kolom komentar, yang mana hal
ini dapat menimbulkan persepsi yang sama karena merasa related atau
memiliki kesamaan dengan apa yang dialami oleh penonton konten.