ADAPTASI BUDAYA JEPANG DALAM TREND “NATTO CHALLENGES’’ PADA PLATFORM TIKTOK DI INDONESIA
Keywords:
Adaptasi Budaya, Tren Natto Challenges, TikTokAbstract
Jepang adalah salah satu negara yang dikenal dengan tingkat harapan hidup
tertinggi di dunia. DiJepang kedelai dapat diolah menjadi berbagai macam jenis makanan
seperti miso, natto, shoyu, tofu, okara, moyashi, atsuage, aburage, dan lain-lain. Natto
adalah makanan luar biasa yang dapat membantu meningkatkan kesehatan masyarakat
Jepang. Natto adalah makanan fermentasi yang berasal dari Jepang dan sudah sejak lama
dikonsumsi di Jepang. Makanan khas Jepang ini mempunyai banyak nutrisi dan seseorang
yang mengkonsumsi natto yang merupakan fermentasi kedelai setiap hari dapat mengurangi risiko kematian akibat stroke atau serangan jantung hingga 10% Natto dibuat dengan cara mencampurkan kedelai yang telah dimasak dengan bakteri bacillus subtilis natto. Natto memiliki tekstur yang lengket dan bau yang sangat tajam, sehingga beberapa orang memilih untuk menjauhi natto. Namun, pada platform TikTok tengah ramai trend Challenges makan natto yang diikuti oleh banyak orang termasuk beberapa artis TikTok. Tantangan ini mengharuskan seseorang untuk mengonsumsi makanan khas Jepang yaitu natto. Tren ini banyak diikuti karena natto sendiri mempunyai rasa yang unik dan memunculkan rasa penasaran banyak orang. Kebanyakan warganet Indonesia memberikan reaksi kurang mengenakkan lantaran rasa natto yang terbilang tidak cocok di lidah orang Indonesia. Reaksi inilah yang menimbulkan sejumlah kontroversi karena dianggap tidak menghargai makanan khas yang menjadi budaya di Negara Jepang.